Rabu, 21 Januari 2009
di
12:39
|
Perjalanan menuju Kerajaan Surga sangat jauh, lebih jauh lagi sekedar berputar-putar mengelilingi dunia. Bahkan berkali lipat jauhnya. Ada juga yang bilang, bahwa pergi kesana tidak membutuhkan waktu yang lama, bahkan setelah ruh dicabut kita bisa segera pergi sekadar berjalan-jalan menapaki setiap jengkal tanahnya.
Jadi apa masalahnya???
Yang menjadi masalahnya, bukanlah pada jarak, melainkan kepada langkah awal kita. Jauh, dekat, lama, singkat.... adalah pilihan-pilihan diantara beberapa pilihan yang Allah berikan. Terserah kita, mau berlama-lama di Kota Dunia, atau segera kembali, secepat mungkin, ke Kampung Halaman Surga.
Manusia bukanlah makhluk seperti planet, matahari dan bintang yang 'dipaksa' untuk menyembah Tuhan-Nya dengan caranya sendiri. Melainkan manusia diberi hak untuk dapat memilih dan bertindak semau-maunya, namun dalam batasan-Nya. Akan ada efek dari setiap keputusan atau pilihan manusia. Perjalanan menuju surga akan menjadi lebih cepat, tatkala diri, jiwa dan seluruh potensi kemanusiaan kita merapat lebih dekat kepada 'Sang Kepala Desa Kampung Surga'. Akan terasa lebih cepat pula tatkala kita gadaikan seluruh potensi kemanusiaan kita kepada apa yang diseru dan diperintah-Nya. Menggadaikan diri kepada kehendak-Nya, bukan sekedar berdiri dan sujud kepada-Nya saja, namun bahkan berdarah-darah dan bersakit ria, bahkan nyawa bukan lagi menjadi barang mahal untuk digadaikan...
Begitulah jejak para 'sprinter' menuju ke rumahnya masing-masing, tanpa ada urusan-urusan sampingan yang menyibukkannya.
Langah awal untuk itu semua adalah sebuah pilihan dalam memilih jalan. Setelah Allah mengangkat status kehidupan kita, dari seorang anak menjadi akil baligh (dewasa berakal), maka dihemparkan-Nyalah dua jalan... "Fa Alhamahaa fujuuraha wa taqwahaa...". 'Sprinter' berlari dengan cepat dalam track ketaqwaan. Walaupun begitu, mereka semakin menambah kecepatannya dengan totalitas "penggadaian diri" kepada-Nya.....
Jadi apa masalahnya???
Yang menjadi masalahnya, bukanlah pada jarak, melainkan kepada langkah awal kita. Jauh, dekat, lama, singkat.... adalah pilihan-pilihan diantara beberapa pilihan yang Allah berikan. Terserah kita, mau berlama-lama di Kota Dunia, atau segera kembali, secepat mungkin, ke Kampung Halaman Surga.
Manusia bukanlah makhluk seperti planet, matahari dan bintang yang 'dipaksa' untuk menyembah Tuhan-Nya dengan caranya sendiri. Melainkan manusia diberi hak untuk dapat memilih dan bertindak semau-maunya, namun dalam batasan-Nya. Akan ada efek dari setiap keputusan atau pilihan manusia. Perjalanan menuju surga akan menjadi lebih cepat, tatkala diri, jiwa dan seluruh potensi kemanusiaan kita merapat lebih dekat kepada 'Sang Kepala Desa Kampung Surga'. Akan terasa lebih cepat pula tatkala kita gadaikan seluruh potensi kemanusiaan kita kepada apa yang diseru dan diperintah-Nya. Menggadaikan diri kepada kehendak-Nya, bukan sekedar berdiri dan sujud kepada-Nya saja, namun bahkan berdarah-darah dan bersakit ria, bahkan nyawa bukan lagi menjadi barang mahal untuk digadaikan...
Begitulah jejak para 'sprinter' menuju ke rumahnya masing-masing, tanpa ada urusan-urusan sampingan yang menyibukkannya.
Langah awal untuk itu semua adalah sebuah pilihan dalam memilih jalan. Setelah Allah mengangkat status kehidupan kita, dari seorang anak menjadi akil baligh (dewasa berakal), maka dihemparkan-Nyalah dua jalan... "Fa Alhamahaa fujuuraha wa taqwahaa...". 'Sprinter' berlari dengan cepat dalam track ketaqwaan. Walaupun begitu, mereka semakin menambah kecepatannya dengan totalitas "penggadaian diri" kepada-Nya.....
Diposkan oleh
"Spirit For Better"
Label:
Back to Vilage
Indonesian Rupiah Converter


0 komentar:
Poskan Komentar