<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4323047005677331713</id><updated>2011-07-08T15:26:33.763+08:00</updated><category term='Back to Vilage'/><title type='text'>Shob Blog's</title><subtitle type='html'>"Untuk Mengembalikan dan Membangkitkan Semangat Untuk Hidup Lebih Baik"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>"Spirit For Better"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13234491692917452202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/SaIZNyyodCI/AAAAAAAAAAs/q921KdtW4mc/S220/Punya+Sobirin.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4323047005677331713.post-7768366853728353887</id><published>2009-04-12T13:48:00.002+08:00</published><updated>2009-04-12T13:51:32.555+08:00</updated><title type='text'>Khalid bin Walid: "Pedang Allah yang Terhunus"</title><content type='html'>Khalid bin Walid radhiallahu 'anhu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ORANG seperti dia, tidak dapat tanpa diketahui dibiarkan begitu saja. Dia harus diincar sebagai calon pemimpin Islam. Jika dia menggabungkan diri dengan kaum Muslimin dalam peperangan melawan orang-orang kafir, kita harus mengangkatnya kedalam golongan pemimpin" &lt;/span&gt;demikian keterangan Nabi ketika berbicara tentang Khalid sebelum calon pahlawan ini masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid dilahirkan kira-kira 17 tahun sebelum masa pembangunan Islam. Dia anggota suku Bani Makhzum, suatu cabang dari suku Quraisy. Ayahnya bernama Walid dan ibunya Lababah. Khalid termasuk di antara keluarga Nabi yang sangat dekat. Maimunah, bibi dari Khalid, adalah isteri Nabi. Dengan Umar sendiri pun Khalid ada hubungan keluarga, yakni saudara sepupunya. Suatu hari pada masa kanak-kanaknya kedua saudara sepupu ini main adu gulat. Khalid dapat mematahkan kaki Umar. Untunglah dengan melalui suatu perawatan kaki Umar dapat diluruskan kembali dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah Khalid yang bernama Walid, adalah salah seorang pemimpin yang paling berkuasa di antara orang-orang Quraisy. Dia sangat kaya. Dia menghormati Ka'bah dengan perasaan yang sangat mendalam. Sekali dua tahun dialah yang menyediakan kain penutup Ka'bah. Pada masa ibadah Haji dia memberi makan dengan cuma-cuma bagi semua orang yang datang berkumpul di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang Quraisy memperbaiki Ka'bah tidak seorang pun yang berani meruntuhkan dinding-dindingnya yang tua itu. Semua orang takut kalau-kalau jatuh dan mati. Melihat suasana begini Walid maju ke depan dengan bersenjatakan sekop sambil berteriak, "Oh, Tuhan jangan marah kepada kami. Kami berniat baik terhadap rumahMu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi mengharap-harap dengan sepenuh hati, agar Walid masuk Islam. Harapan ini timbul karena Walid seorang kesatria yang berani di mata rakyat. Karena itu dia dikagumi dan dihormati oleh orang banyak. Jika dia telah masuk Islam ratusan orang akan mengikutinya.&lt;br /&gt;Dalam hati kecilnya Walid merasa, bahwa Al Qur-'an itu adalah kalimat-kalimat Allah. Dia pernah mengatakan secara jujur dan terang-terangan, bahwa dia tidak bisa berpisah dari keindahan dan kekuatan ayat-ayat suci itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan yang terus terang ini memberikan harapan bagi Nabi, bahwa Walid akan segera masuk Islam. Tetapi impian dan harapan ini tak pernah menjadi kenyataan. Kebanggaan atas diri sendiri membendung bisikan-bisikan hati nuraninya. Dia takut kehilangan kedudukannya sebagai pemimpin bangsa Quraisy. Kesangsian ini menghalanginya untuk menurutkan rayuan-rayuan hati nuraninya. Sayang sekali orang yang begini baik, akhirnya mati sebagai orang yang bukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku Bani Makhzum mempunyai tugas-tugas penting. Jika terjadi peperangan, Bani Muhzum lah yang mengurus gudang senjata dan gudang tenaga tempur. Suku inilah yang mengumpulkan kuda dan senjata bagi prajurit-prajurit.&lt;br /&gt;Tidak ada cabang suku Quraisy lain yang bisa lebih dibanggakan seperti Bani Makhzum. Ketika diadakan kepungan maut terhadap orang-orang Islam di lembah Abu Thalib, orang-orang Bani Makhzum lah yang pertama kali mengangkat suaranya menentang pengepungan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak banyak mengetahui mengenai Khalid pada masa kanak-kanaknya. Tetapi satu hal kita tahu dengan pasti, ayah Khalid orang berada. Dia mempunyai kebun buah-buahan yang membentang dari kota Mekah sampai ke Thaif. Kekayaan ayahnya ini membuat Khalid bebas dari kewajiban-kewajibannya.&lt;br /&gt;Dia lebih leluasa dan tidak usah belajar berdagang. Dia tidak usah bekerja untuk menambah pencaharian orang tuanya. Kehidupan tanpa suatu ikatan memberi kesempatan kepada Khalid mengikuti kegemarannya. Kegemarannya ialah adu tinju dan berkelahi.&lt;br /&gt;Saat itu pekerjaan dalam seni peperangan dianggap sebagai tanda seorang Satria. Panglima perang berarti pemimpin besar. Kepahlawanan adalah satu hal terhormat di mata rakyat.&lt;br /&gt;Ayah Khalid dan beberapa orang pamannya adalah orang-orang yang terpandang di mata rakyat. Hal ini memberikan dorongan keras kepada Khalid untuk mendapatkan kedudukan terhormat, seperti ayah dan paman-pamanya. Satu-satunya permintaan Khalid ialah agar menjadi orang yang dapat mengatasi teman-temannya di dalam hal adu tenaga. Sebab itulah dia menceburkan dirinya kedalam seni peperangan dan seni bela diri. Malah mempelajari keahlian mengendarai kuda, memainkan pedang dan memanah. Dia juga mencurahkan perhatiannya ke dalam hal memimpin angkatan perang. Bakat-bakatnya yang asli, ditambah dengan latihan yang keras, telah membina Khalid menjadi seorang yang luar biasa. Kemahiran dan keberaniannya mengagumkan setiap orang.&lt;br /&gt;Pandangan yang ditunjukkannya mengenai taktik perang menakjubkan setiap orang. Dengan gamblang orang dapat melihat, bahwa dia akan menjadi ahli dalam seni kemiliteran.&lt;br /&gt;Dari masa kanak-kanaknya dia memberikan harapan untuk menjadi ahli militer yang luar biasa senialnya.&lt;br /&gt;Menentang Islam&lt;br /&gt;Pada masa kanak-kanaknya Khalid telah kelihatan menonjol diantara teman-temannya. Dia telah sanggup merebut tempat istimewa dalam hati rakyat. Lama kelamaan Khalid menanjak menjadi pemimpin suku Quraisy. Pada waktu itu orang-orang Quraisy sedang memusuhi Islam. Mereka sangat anti dan memusuhi agama Islam dan penganut-penganut Islam. Kepercayaan baru itu menjadi bahaya bagi kepercayaan dan adat istiadat orang-orang Quraisy. Orang-orang Quraisy sangat mencintai adat kebiasaannya. Sebab itu mereka mengangkat senjata untuk menggempur orang-orang Islam. Tunas Islam harus dihancurkan sebelum tumbuh berurat berakar. Khalid sebagai pemuda Quraisy yang berani dan bersemangat berdiri digaris paling depan dalam penggempuran terhadap kepercayaan baru ini. Hal ini sudah wajar dan seirama dengan kehendak alam.&lt;br /&gt;Sejak kecil pemuda Khalid bertekad menjadi pahlawan Quraisy. Kesempatan ini diperolehnya dalam pertentangan-pertentangan dengan orang-orang Islam. Untuk membuktikan bakat dan kecakapannya ini, dia harus menonjolkan dirinya dalam segala pertempuran. Dia harus memperlihatkan kepada sukunya kwalitasnya sebagai pekelahi.&lt;br /&gt;Peristiwa Uhud&lt;br /&gt;Kekalahan kaum Quraisy di dalam perang Badar membuat mereka jadi kegila-gilaan, karena penyesalan dan panas hati. Mereka merasa terhina. Rasa sombong dan kebanggaan mereka sebagai suku Quraisy telah meluncur masuk lumpur kehinaan Arang telah tercoreng di muka orang-orang Quraisy. Mereka seolah-olah tidak bisa lagi mengangkat dirinya dari lumpur kehinaan ini. Dengan segera mereka membuat persiapan-persiapan untuk membalas pengalaman pahit yang terjadi di Badar.&lt;br /&gt;Sebagai pemuda Quraisy, Khalid bin Walid pun ikut merasakan pahit getirnya kekalahan itu. Sebab itu dia ingin membalas dendam sukunya dalam peperangan Uhud. Khalid dengan pasukannya bergerak ke Uhud dengan satu tekad menang atau mati. Orang-orang Islam dalam pertempuran Uhud ini mengambil posisi dengan membelakangi bukit Uhud.&lt;br /&gt;Sungguhpun kedudukan pertahanan baik, masih terdapat suatu kekhawatiran. Di bukit Uhud masih ada suatu tanah genting, di mana tentara Quraisy dapat menyerbu masuk pertahanan Islam. Untuk menjaga tanah genting ini, Nabi menempatkan 50 orang pemanah terbaik. Nabi memerintahkan kepada mereka agar bertahan mati-matian. Dalam keadaan bagaimana jua pun jangan sampai meninggalkan pos masing-masing.&lt;br /&gt;Khalid bin Walid memimpin sayap kanan tentara Quraisy empat kali lebih besar jumlahnya dari pasukan Islam. Tetapi mereka jadi ragu-ragu mengingat kekalahan-kekalahan yang telah mereka alami di Badar. Karena kekalahan ini hati mereka menjadi kecil menghadapi keberanian orang-orang Islam.&lt;br /&gt;Sungguh pun begitu pasukan-pasukan Quraisy memulai pertempuran dengan baik. Tetapi setelah orang-orang Islam mulai mendobrak pertahanan mereka, mereka telah gagal untuk mempertahankan tanah yang mereka injak.&lt;br /&gt;Kekuatannya menjadi terpecah-pecah. Mereka lari cerai-berai. Peristiwa Badar berulang kembali di Uhud. Saat-saat kritis sedang mengancam orang-orang Quraisy. Tetapi Khalid bin Walid tidak goncang dan sarafnya tetap membaja. Dia mengumpulkan kembali anak buahnya dan mencari kesempatan baik guna melakukan pukulan yang menentukan.&lt;br /&gt;Melihat orang-orang Quraisy cerai-berai, pemanah-pemanah yang bertugas ditanah genting tidak tahan hati. Pasukan Islam tertarik oleh harta perang, harta yang ada pada mayat-mayat orang-orang Quraisy. Tanpa pikir panjang akan akibatnya, sebagian besar pemanah-pemanah, penjaga tanah genting meninggalkan posnya dan menyerbu kelapangan.&lt;br /&gt;Pertahanan tanah genting menjadi kosong. Khalid bin Walid dengan segera melihat kesempatan baik ini. Dia menyerbu ketanah genting dan mendesak masuk. Beberapa orang pemanah yang masih tinggal dikeroyok bersama-sama. Tanah genting dikuasai oleh pasukan Khalid dan mereka menjadi leluasa untuk menggempur pasukan Islam dari belakang.&lt;br /&gt;Dengan kecepatan yang tak ada taranya Khalid masuk dari garis belakang dan menggempur orang Islam di pusat pertahanannya. Melihat Khalid telah masuk melalui tanah genting, orang-orang Quraisy yang telah lari cerai-berai berkumpul kembali dan mengikuti jejak Khalid menyerbu dari belakang. Pemenang-pemenang antara beberapa menit yang lalu, sekarang telah terkepung lagi dari segenap penjuru, dan situasi mereka menjadi gawat.&lt;br /&gt;Khalid bin Walid telah merobah kemenangan orang Islam di Uhud menjadi suatu kehancuran. Mestinya orang-orang Quraisylah yang kalah dan cerai-berai. Tetapi karena gemilangnya Khalid sebagai ahli siasat perang, kekalahan-kekalahan telah disunglapnya menjadi satu kemenangan. Dia menemukan lobang-lobang kelemahan pertahanan orang Islam.&lt;br /&gt;Hanya pahlawan Khalid lah yang dapat mencari saat-saat kelemahan lawannya. Dan dia pula yang sanggup menarik kembali tentara yang telah cerai-berai dan memaksanya untuk bertempur lagi. Seni perangnya yang luar biasa inilah yang mengungkap kekalahan Uhud menjadi suatu kemenangan bagi orang Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Khalid bin Walid memeluk Islam Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam sangat bahagia, karena Khalid mempunyai kemampuan berperang yang dapat digunakan untuk membela Islam dan meninggikan kalimatullah dengan perjuangan jihad. Dalam banyak kesempatan peperangan Islam Khalid bin Walid diangkat menjadi komandan perang dan menunjukan hasil gemilang atas segala upaya jihadnya. Betapapun hebatnya Khalid bin Walid di dalam medan pertempuran, dengan berbagai luka yang menyayat badannya, namun ternyata kematianya di atas ranjang. Betapa menyesalnya Khalid harapan untuk mati sahid di medan perang ternyata tidak tercapai dan Allah menghendakinya mati di atas tempat tidur, sesudah perjuangan membela Islam yang luar biasa itu. Demikianlah kekuasaan Allah. Manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya sesuai dengan kemaua-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4323047005677331713-7768366853728353887?l=sobirinvoice08fm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/feeds/7768366853728353887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/04/khalid-bin-walid-pedang-allah-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/7768366853728353887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/7768366853728353887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/04/khalid-bin-walid-pedang-allah-yang.html' title='Khalid bin Walid: &quot;Pedang Allah yang Terhunus&quot;'/><author><name>"Spirit For Better"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13234491692917452202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/SaIZNyyodCI/AAAAAAAAAAs/q921KdtW4mc/S220/Punya+Sobirin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4323047005677331713.post-1958298649317296232</id><published>2009-04-12T13:47:00.001+08:00</published><updated>2009-04-12T13:47:58.870+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Garam dan telaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu hari, datanglah seorang anak muda yang dirudung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu memang tampa seperti orang yang tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa membuang waktu, orang itu langsung menceritakan masalahnya. Pak Tua yang bijak hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya..” ujar Pak Tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pahit. Pahit sekali” jawab [pemuda itu sambil meludah kesamping&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak pemuda itu berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang ini berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah keduanya ke tepi telaga yang tenang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua kembali menaburkan segenggam garam kedalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang mengaduk aduk dan tercipta riak air. Mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah”. Saat pemuda tadi selesai mereguk air, Pak Tua kembali bertanya. “Bagaimana rasanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segar” sahut tamunya. “Apakah kamu merasakan garam di air tadi?” Tanya Pak Tua. “Tidak” Jawab pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bijak Pak Tua menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya dudk berhadapan. Bersimpuh disamping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahitnya sama, dan memang akan tetap sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kepahitan yang kita rasakan tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu diadasarkan dari tempat kita meletakkannya. Ityu semua tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup. Hanaya ada satu hal yang mesti kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luangkanlah hatimu untuk menampung semua kepahitan itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua kembali memberikan nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buat laksana telaga yang mamapu meredam segala kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama belajar hari itu. Dan pak tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam” untuk anak muda yang lain yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4323047005677331713-1958298649317296232?l=sobirinvoice08fm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/feeds/1958298649317296232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/04/garam-dan-telaga-suatu-ketika-hiduplah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/1958298649317296232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/1958298649317296232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/04/garam-dan-telaga-suatu-ketika-hiduplah.html' title=''/><author><name>"Spirit For Better"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13234491692917452202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/SaIZNyyodCI/AAAAAAAAAAs/q921KdtW4mc/S220/Punya+Sobirin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4323047005677331713.post-695519620355601820</id><published>2009-04-12T13:38:00.000+08:00</published><updated>2009-04-12T13:47:05.923+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>oleh: Arvan Pradiansyah, penulis buku You Are A Leader!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Jangan Tertidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menikmati hidup, hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menjadi SADAR. Inti kepemimpinan adalah kesadaran. Inti spiritualitas juga adalah kesadaran. Banyak orang yang menjalani&lt;br /&gt;hidup ini dalam keadaan tertidur. Mereka lahir, tumbuh, menikah, mencari nafkah, membesarkan anak, dan akhirnya meninggal dalam keadaan tertidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analoginya adalah seperti orang yang terkena hipnotis. Anda tahu di mana menyimpan uang. Anda pun tahu persis nomor pin Anda. Dan Andapun menyerahkan uang Anda pada orang tidak dikenal. Anda tahu,&lt;br /&gt;tapi tidak sadar. Karena itu, Anda bergerak bagaikan robot-robot yang dikendalikan orang lain, lingkungan, jabatan, uang, dan harta benda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian menyadari amat berbeda dengan mengetahui. Anda tahu berolah raga penting untuk kesehatan, tapi Anda tidak juga melakukannya. Anda tahu memperjualbelikan jabatan itu salah, tapi Anda menikmatinya. Anda tahu berselingkuh dapat menghancurkan keluarga, tapi Anda tidak dapat menahan godaan. Itulah contoh tahu tapi tidak sadar!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang dapat membuat orang menjadi sadar. Pertama, peristiwa-peristiwa pahit dan musibah. Musibah sebenarnya adalah rahmat terselubung karena dapat membuat kita bangun dan sadar. Anda baru sadar pentingnya kesehatan kalau Anda sakit. Anda baru sadar pentingnya olahraga kalau kadar kolesterol Anda mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Anda baru sadar nikmatnya bekerja kalau Anda di-PHK. Seorang wanita karier baru menyadari bahwa keluarga jauh lebih penting setelah anaknya terkena narkoba. Seorang sopir taksi pernah bercerita bahwa ia baru menyadari bahayanya judi setelah hartanya habis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian mungkin merupakan satu stimulus terbesar yang mampu menyentakkan kita. Banyak tokoh terkenal meninggal begitu saja. Mereka sedang sibuk memperjualbelikan kekuasaan, saling menjegal, berjuang meraih jabatan, lalu tiba-tiba saja meninggal. Bayangkan kalau Anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika tiba-tiba listrik padam. Petugas bioskop berkata, Silakan Anda pulang, pertunjukan sudah selesai! Anda protes, bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali. Tapi, si penjaga hanya berkata tegas, Pertunjukan sudah selesai, listriknya tidak akan pernah hidup kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat dekat kita sering menyadarkan kita pada arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita pada betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita meributkan hal-hal sepele, dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tidak sempat kita nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini seringkali menipu dan meninabobokan orang. Untuk menjadi bangun kita harus sadar mengenai tiga hal, yaitu siapa diri kita, darimana kita berasal, dan ke mana kita akan pergi. Untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de Chardin, Kita bukanlah manusia yang mengalami pengalaman- pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman-pengalam an manusiawi. Manusia bukanlah makhluk bumi melainkan makhluk langit. Kita adalah makhluk spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita di bumi. Tubuh kita sebenarnya hanyalah rumah sementara bagi jiwa kita. Tubuh diperlukan karena merupakan salah satu syarat untuk bisa hidup di dunia. Tetapi, tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tidak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan rumah untuk mencari rumah yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati. Yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba Anda resapi paragraf diatas dalam-dalam. Badan kita akan mati, tapi jiwa kita tetap hidup. Kalau Anda menyadari hal ini, Anda tidak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Bila Anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulka n kekayaan -- apalagi dengan menyalahgunakan jabatan -- kalau hasilnya tidak dapat Anda nikmati selama-lamanya. Apalagi Anda sudah merusak jiwa Anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal, jiwa inilah milik kita yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, apakah kita perlu mengalami sendiri peristiwa-peristiwa yang pahit tersebut agar kita sadar? Jawabnya: ya! Tapi kalau Anda merasa cara tersebut terlalu mahal, ada cara kedua yang jauh lebih mudah: Belajarlah MENDENGARKAN. Dengarlah dan belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukalah mata dan hati Anda untuk mengerti, mendengarkan, dan mempertanyakan semua pikiran dan paradigma Anda. Sayang, banyak orang yang mendengarkan semata-mata untuk memperkuat pendapat mereka sendiri, bukannya untuk mendapatkan sesuatu yang baru yang mungkin bertentangan dengan pendapat mereka sebelumnya. Orang yang seperti ini masih tertidur dan belum sepenuhnya bangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu Pena lebih tajam dari pedang Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4323047005677331713-695519620355601820?l=sobirinvoice08fm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/feeds/695519620355601820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/04/oleh-arvan-pradiansyah-penulis-buku-you.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/695519620355601820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/695519620355601820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/04/oleh-arvan-pradiansyah-penulis-buku-you.html' title=''/><author><name>"Spirit For Better"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13234491692917452202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/SaIZNyyodCI/AAAAAAAAAAs/q921KdtW4mc/S220/Punya+Sobirin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4323047005677331713.post-4194456130726055642</id><published>2009-03-02T13:02:00.011+08:00</published><updated>2009-03-27T10:47:11.499+08:00</updated><title type='text'>Story for the Poor (Semoga Engkau Tetap Bersyukur)</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/Scw9z5LNq0I/AAAAAAAAABY/znfh3KjThA4/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317693221748190018" style="WIDTH: 150px; CURSOR: hand; HEIGHT: 126px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/Scw9z5LNq0I/AAAAAAAAABY/znfh3KjThA4/s400/images.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;font style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;&lt;font face="arial"&gt;&lt;em&gt;Macz, 02/03/09&lt;/em&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/font&gt; Malam ini, bulan semakin tenggelam dalam kabut malam. Cahayanya yang terang meneduhkan, berubah menjadi gelap yang menghempaskan. Menghempaskan harapan orang-orang yang merasa esok adalah makan malamnya yang terakhir, seolah malam ini menjadi malam kosong tanpa ada hiruk piuk kehidupan dalam rengkuhannya.&lt;br /&gt;Terbaringlah orang-orang tanpa kekuasaan ditangannya, terlelap dalam keletihan dan kepenatan keseharian pagi dan siangnya yang tanpa hasil. Keletihan memburu dunia yang berlari entah kemana. Mungkin, terpontang-panting oleh waktu yang semakin berlalu dengan cepatnya, atau bahkan mampir ke tangan orang-orang kaya yang kemudian dikunci dalam brankas-brankas dengan password 40 digitnya. Sungguh, bersabarlah atas ujian yang menimpamu, Orang yang ku sapa dengan Kawan, Sang Pemulung Kehidupan!&lt;br /&gt;Esok pagi akan menjelang, mungkin 1 atau 2 jam lagi. Tapi engkau yang terlelap dalam kesadaran, sudah bergerak cepat merapikan 'senjata' untuk peperangan hari esok melawan peluang dan kesempatan, serta melawan pejuang-pejuang lain yang selalu menjadi teman setelah pertarungan selesai.&lt;br /&gt;Saat Laga dimulai, kau Ayunkan pedang-pedang semangat dan harapan penuh nafsu, seolah kematian yang sedang engkau tuju. Menurutmu, Mati tidak mati hari ini, tetap akan mati juga. Yah, harapan kematian itulah yang membuatmu tidak mati-mati juga. Persis seperti kata-kata seorang pemimpin Besar masa lalu, "Carilah Kematian, Niscaya kau Temukan Kehidupan", mungkin benar seperti itu.&lt;br /&gt;Sungguh besar sekali harapanmu, sungguh besar sekali cita-citamu. Tapi sayang, Engkau tidak melengkapinya dengan "Memulung Spiritual"... Sehingga engkau hanya mengisi kehidupanmu dengan keduniawian saja.... (Sama seperti diriku...)&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://tobakartun.files.wordpress.com/2009/01/indro61.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://tobakartun.wordpress.com/2009/01/03/halak-hita-jadi-pemulung/&amp;amp;usg=__YKGn_oqiF9T3_9CFGgVXxbq-qtg=&amp;amp;h=1336&amp;amp;w=1592&amp;amp;sz=328&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=151&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=eM-kGBrhyDkPDM:&amp;amp;tbnh=126&amp;amp;tbnw=150&amp;amp;prev=/images%3Fq%3DPemulung%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26start%3D140%26um%3D1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img alt="" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADIRIF%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" /&gt;&lt;img alt="" src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADIRIF%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" /&gt;&lt;a href="http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://tobakartun.files.wordpress.com/2009/01/indro61.jpg&amp;amp;imgrefurl=http://tobakartun.wordpress.com/2009/01/03/halak-hita-jadi-pemulung/&amp;amp;usg=__YKGn_oqiF9T3_9CFGgVXxbq-qtg=&amp;amp;h=1336&amp;amp;w=1592&amp;amp;sz=328&amp;amp;hl=id&amp;amp;start=151&amp;amp;um=1&amp;amp;tbnid=eM-kGBrhyDkPDM:&amp;amp;tbnh=126&amp;amp;tbnw=150&amp;amp;prev=/images%3Fq%3DPemulung%26ndsp%3D20%26hl%3Did%26sa%3DN%26start%3D140%26um%3D1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4323047005677331713-4194456130726055642?l=sobirinvoice08fm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/feeds/4194456130726055642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/03/story-for-poor-semoga-engkau-tetap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/4194456130726055642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/4194456130726055642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/03/story-for-poor-semoga-engkau-tetap.html' title='Story for the Poor (Semoga Engkau Tetap Bersyukur)'/><author><name>"Spirit For Better"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13234491692917452202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/SaIZNyyodCI/AAAAAAAAAAs/q921KdtW4mc/S220/Punya+Sobirin.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/Scw9z5LNq0I/AAAAAAAAABY/znfh3KjThA4/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4323047005677331713.post-2623182160360732472</id><published>2009-01-21T12:39:00.004+08:00</published><updated>2009-04-06T09:09:49.903+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Back to Vilage'/><title type='text'>Sebuah Langkah Awal Menuju Kampung Halaman</title><content type='html'>Perjalanan menuju Kerajaan Surga sangat jauh, lebih jauh lagi sekedar berputar-putar mengelilingi dunia. Bahkan berkali lipat jauhnya. Ada juga yang bilang, bahwa pergi kesana tidak membutuhkan waktu yang lama, bahkan setelah ruh dicabut kita bisa segera pergi sekadar berjalan-jalan menapaki setiap jengkal tanahnya.&lt;br /&gt;Jadi apa masalahnya???&lt;br /&gt;Yang menjadi masalahnya, bukanlah pada jarak, melainkan kepada langkah awal kita. Jauh, dekat, lama, singkat.... adalah pilihan-pilihan diantara beberapa pilihan yang Allah berikan. Terserah kita, mau berlama-lama di Kota Dunia, atau segera kembali, secepat mungkin, ke Kampung Halaman Surga.&lt;br /&gt;Manusia bukanlah makhluk seperti planet, matahari dan bintang yang 'dipaksa' untuk menyembah Tuhan-Nya dengan caranya sendiri. Melainkan manusia diberi hak untuk dapat memilih dan bertindak semau-maunya, namun dalam batasan-Nya. Akan ada efek dari setiap keputusan atau pilihan manusia. Perjalanan menuju surga akan menjadi lebih cepat, tatkala diri, jiwa dan seluruh potensi kemanusiaan kita merapat lebih dekat kepada 'Sang Kepala Desa Kampung Surga'. Akan terasa lebih cepat pula tatkala kita gadaikan seluruh potensi kemanusiaan kita kepada apa yang diseru dan diperintah-Nya. Menggadaikan diri kepada kehendak-Nya, bukan sekedar berdiri dan sujud kepada-Nya saja, namun bahkan berdarah-darah dan bersakit ria, bahkan nyawa bukan lagi menjadi barang mahal untuk digadaikan...&lt;br /&gt;Begitulah jejak para 'sprinter' menuju ke rumahnya masing-masing, tanpa ada urusan-urusan sampingan yang menyibukkannya.&lt;br /&gt;Langah awal untuk itu semua adalah sebuah pilihan dalam memilih jalan. Setelah Allah mengangkat status kehidupan kita, dari seorang anak menjadi akil baligh (dewasa berakal), maka dihemparkan-Nyalah dua jalan... &lt;em&gt;"Fa Alhamahaa fujuuraha wa taqwahaa...".&lt;/em&gt; 'Sprinter' berlari dengan cepat dalam track ketaqwaan. Walaupun begitu, mereka semakin menambah kecepatannya dengan totalitas "penggadaian diri" kepada-Nya.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4323047005677331713-2623182160360732472?l=sobirinvoice08fm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/feeds/2623182160360732472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/01/sebuah-langkah-awal-menuju-kampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/2623182160360732472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4323047005677331713/posts/default/2623182160360732472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sobirinvoice08fm.blogspot.com/2009/01/sebuah-langkah-awal-menuju-kampung.html' title='Sebuah Langkah Awal Menuju Kampung Halaman'/><author><name>"Spirit For Better"</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13234491692917452202</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_sqMVoax5dxM/SaIZNyyodCI/AAAAAAAAAAs/q921KdtW4mc/S220/Punya+Sobirin.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
